Jumat, 12 Juni 2015

Masa-masa "golden age"

Setiap ibu pastinya sangat fokus terhadap setiap perkembangan anaknya hari lepas hari. Termasuk saya adalah ibu yang sangat teliti melihat perkembangan si cantik abel. Hari lepas hari saya pastikan setiap pergerakannya. Sekalipun memang saya ga bisa full time buat abel di rumah, tetapi paling tidak, waktu yang ada saya usahakan dan berikan bersama abel.

Saya pernah baca dan dengar tentang “golden age” atau sering dikatakan masa emas seorang anak untuk mengeksplorasikan apa yang dia lihat, dengarkan dan rasakan. Masa seorang anak mengoptimalkan potensi otaknya.

Awalnya saya berpikir, kelak suatu saat abel akan saya ajarkan banyak hal. Kata “kelak” sebenarnya menjadi batasan bagi saya untuk membantunya mengoptimalkan potensi otaknya. Seiring perjalanan waktu, saat-saat dimana saya belajar fokus memperhatikan perkembangan abel, ada hal yang saya pelajari dan membuat saya tersadar.

Setiap makan malam, biasanya saya, suami dan tante abel selalu makan bersama, dan sebelum makan kita selalu berdoa. Demikian juga, setiap saya dan suami hendak tidur, kita biasanya berdoa, dan tidak lupa abel ada diantara kami. Beberapa minggu kemudian, setiap kita hendak makan malam, sekejap hidangan masih dalam proses disajikan, abel sudah mengambil sikap duduk dan melipat tangan, demikian juga, sekejap kita masuk kamar dan duduk, abel juga turut serta duduk dan melipat tangan (sikap berdoa yang biasa dilihatnya dari kami). Saya tersadar, betapa sebenarnya seorang anak bisa dengan cepat menangkap dan mengaplikasikan apa yang dilihatnya. Hal ini semakin memotivasi saya untuk mengisi sel-sel otaknya di masa “golden age” nya.

Menjadi tanggungjawab seorang ibu sebenarnya untuk mengisi masa “golden age” ini dengan kebersamaan bersama si kecil. Mengajarkan hal-hal yang bermanfaat yang menjadi pelajaran berharga buatnya. Mengajarkan etika-etika dalam berkomunikasi. Memang ada banyak hal yang saat ini dunia sediakan seperti gadget yang telah menyediakan begitu banyak hiburan, pendidikan bagi anak. Tetapi semuanya itu tidak akan pernah bisa membayar ruang yang dibutuhkan oleh seorang anak, yaitu kebersamaan dan kasih di masa “golden age” nya.

Sejak saat itu, saya tidak pernah melewatkan waktu yang ada, apalagi saya adalah seorang pekerja yang hanya memiliki waktu 3-5 jam buat anak saya di rumah. Sebisa mungkin HP saya jauhkan dari pandangan, dan waktu yang ada saya gunakan untuk menikmati kebersamaan bersama anak saya.
Saya belajar, begitu cepatnya abel belajar dan menangkap apa yang kita beritahukan kepadanya.

Akhir-akhir ini, ada beberapa hal yang sering saya lakukan bersamanya, yaitu :

  1. Saya menyediakan sebuah celengan di rumah. Dan di usainya yang masih 1 tahun 2 bulan, saya katakan “Sayang, ini namanya duit logam, ini namanya celengan. Jadi kalau ada duit kayak gini, abel masukin ke celengan yah” (sambil memperagakan apa yang saya lakukan). Setiap hari, sepulang kantor, setiap saya memiliki koin recehan, saya berikan ke abel, dan tanpa saya perintahkan, abel sudah otomatis mencari celengan dan memasukkan koin recehan yang di tangannya.
  1. Sehabis makan malam, saya selalu menyanyikan beberapa lagu dengan gerakan-gerakan yang sesuai buat abel di kamar. Dan setiap harinya, seketika saya ajak dia nyanyi, abel otomatis akan membuat gerakan dari lagu yang kami nyanyikan.
  1. Setiap hari saya selalu omongin ke abel, “sayang, kalau abel mau pipis, mau pup (sambil menunjukkan bagian tubuh), abel ngomong ke bunda yah. “bunda pipis..bunda pup”, ntar bunda bersihin di kamar mandi (sambil menunjuk kamar mandi). Beberapa hari berikutnya, setiap abel mau pipis atau pup abel selalu memanggil saya “mma..ngggg (sambil menunjuk pempers yang dipakainya). Dengan demikian saya tahu kalau dia sedang buang air besar/kecil.

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengisi waktu dan masa-masa “golden age” yang dimilikinya. Mungkin bagi kita, terlalu dini berkata-kata atau mengajarkan hal-hal di sekitar kita. Mungkin kita berpikir kalau dia pasti belum mengerti. Tetapi saya belajar dari abel, bahwa apapun yang saya katakan ataupun peragakan pasti ada saat dimana akhirnya abel memperagakan hal yang sama. Artinya, apapun yang kita lakukan dan berikan kepada anak kita semuanya ditangkap dan direkam dalam memorinya karena masa ini adalah masa emas bagi mereka.

Menurut saya, bukan hanya abel, tetapi semua anak memiliki kemampuan yang sama. Mari kita para ibu, gunakan waktu yang ada buat mereka. Kemajuan teknologi, gadget, hp keren bukanlah jawaban pada masa “golden age” mereka. Tetapi kebersamaan,sikap, perilaku dan pengajaran yang berharga menjadi kenangan terindah yang dimiliki anak kita kelak.



Salam kasih
God Bless

Tidak ada komentar:

Posting Komentar